Lampung Utara, - Hari pertama masuk sekolah di bulan Ramadan, linimasa Lampung Utara langsung ramai. Bukan soal tugas atau hapalan, tapi soal menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan ke siswa.
Banyak orang tua dan siswa kompak mengunggah isi paket yang diterima. Isinya? Sepotong kue, satu buah jeruk atau salak, sebungkus kacang, dan satu kemasan makanan ringan kecil. Adapula sepotong kue, satu butir telur rebus, sebungkus kacang dan beberapa buah kurma.
Sekilas memang seperti paket takjil gratis di pinggir jalan.
“Menu MBG hari ini seperti pembagian takjil gratis,” tulis salah satu akun warganet.
"MBG untuk tiga hari dapur MBG Mulyo Rejo ll Kecamatan Bunga Mayang, konon milik saudara anggota DPRD," tulis akun lainnya.
Komentar itu langsung memantik perdebatan. Sebab di sisi lain, publik tahu bahwa program MBG digelontorkan dengan anggaran besar dari uang rakyat. Di sinilah kekecewaan muncul.
Seorang warga yang mengirimkan aduan mengaku heran dengan kualitas dan kuantitas menu yang diterima anaknya.
“Ini snack macam apa kalau hanya segini?” tulisnya.
"Alangkah elit MBG untuk tiga hari di Kelurahan Kotabumi Ilir," ujar akun anonim di sebuah grup medsos.
"Alang elit MBG dengan harga 8000 kah porsi ini, MBG Campursari Kotabumi Tengah," unggah akun anonim lain.
"Tolong diperbaiki lagi buat dapur Muhamadiyah Rejosari," tulis akun lainnya.
Warganet mempertanyakan, apakah memang tidak ada evaluasi menu khusus selama Ramadhan. Apakah ini standar di semua daerah, atau hanya terjadi di wilayah tertentu?
Ramadhan identik dengan kebutuhan asupan yang lebih diperhatikan saat berbuka. Karena itu, sebagian warga berharap menu MBG tak sekadar formalitas, tetapi benar-benar memenuhi unsur gizi yang layak.
Program MBG sejatinya punya tujuan mulia membantu pemenuhan gizi masyarakat, khususnya pelajar. Namun tanpa transparansi anggaran dan pengawasan kualitas di lapangan, niat baik bisa berubah menjadi sorotan publik.
Publik juga mempertanyakan peran Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di program MBG bertugas sebagai pengelola utama SPPG, mencakup manajemen dapur, pengadaan bahan baku berkualitas, pengawasan gizi, distribusi makanan, hingga administrasi dan pelaporan.
Sudah berfungsi dengan benar kah SPPI ini di Lampung Utara ?? ( Ariep)
Tags
Lampung Utara
