Lampung Timur - CV Duta Nusantara kecewa terhadap PT Aji Saka Karya Indonesia karena diduga tidak sesuai dengan kontrak kerja yang sebelumnya telah di sepakati untuk pengerjaan Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Lampung Timur.
,"Berawal saya diundang oleh PT Ajisaka Karya Indonesia untuk bergabung mengerjakan proyek pembangunan sekolah rakyat di Sukadana Lampung Timur dan diberikan Surat Perintah Kerja (SPK) untuk mengerjakan Pembangunan Pagar Kawasan dengan material panel beton dan tiang beton,"terang Tito, Korlap CV Duta Nusantara, Selasa (26/05/2026).
,"yang mana material tersebut harus didatangkan dari produksi PT. Catur Daya Beton yang berada di daerah Legok, Karawaci, Tangerang Selatan,"lanjut Tito.
Disepakati cara pembayaran setelah material datang ke lokasi pembangunan dapat diajukan invoice tagihan dan akan dibayarkan dalam waktu satu Minggu.
Masih dikatakan oleh Tito,"Kami langsung pesan material seperti panel pagar beton & tiangnya ke PT. Catur Daya Beton dan 3 hari kemudian material pagar sampai lokasi Sekolah Rakyat Sukadana Lampung Timur sebanyak 330 meter,"katanya
Selain pekerjaan pagar kawasan, CV Duta Nusantara dijanjikan akan diberikan SPK pekerjaan struktur untuk gedung Asrama SMP Putri, Asrama SMA Putri dan dua kantin oleh PT Aji Saka.
,"dengan iming-iming pembayaran per minggu, selain 2 pekerjaan tersebut kami juga diberikan SPK untuk pembangunan Jalan kawasan dengan iming-iming bisa menagihkan sewa alat berat dan material perminggu,"terang Tito.
Atas permintaan PT Aji Saka, Pihak CV Duta Nusantara sepakat menerima SPK, Namun setelah pekerjaan berjalan sampai satu bulan pembayaran PT. Ajisaka semakin tidak jelas,"pembayaran yang dijanjikan oleh direktur PT. Ajisaka meleset terus sampai sekarang,"keluhalnya
Adanya kejanggalan itu, pihak CV Duta Nusantara melakukan perubahan SPK yang semula diberikan oleh PT. Ajisaka dirubah ke PT. SBS sehingga dapat melanjutkan pekerjaan sekolah rakyat agar tidak terhambat pelaksanaan pembangunan sekolah rakyat di Lampung Timur.
Perihal berita di media online, kami memberikan klarifikasi sebagai berikut :
Saat kami sedang menemui para pekerja untuk menanyakan kenapa tidak mau bekerja padahal rombongan pekerja tersebut baru datang dan baru bekerja 1 hari, alasan mereka ternyata karena wajah mereka ada di foto dan video berita permasalahan PT. Ajisaka memuat wajah mereka, sehingga ketakutan dikaitkan masalah hukum dan akhirnya pulang, kami hanyalah mandor sangat dirugikan oleh janji-janji direktur PT Ajisaka.
Saat ini kami sudah kehabisan modal sehingga kami berinisiatif untuk menghadap PT Brantas dan PT. SBS agar kami bisa melanjutkan pekerjaan dan mengembalikan modal yang sudah keluar dan Alhamdulillah PT. Brantas dan PT SBS merespon dengan baik sehingga kami bisa bekerja melanjutkan pekerjaan,"tutup Tito, Korlap dari CV Duta Nusantara.(*)
Tags
Lampung Timur
