TULANG BAWANG – Bupati Tulang Bawang, Drs. Hi. Qudrotul Ikhwan BY, M.M., memimpin langsung Rapat Kerja Anggota Tim Koordinasi Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Kabupaten Tulang Bawang (Pembangunan Kebun Tebu Masyarakat), Selasa (16/9/2026).
Rapat berlangsung di Ruang Rapat Utama Lantai II Kantor Bupati Tulang Bawang, Menggala, dan dihadiri unsur Forkopimda yaitu KODIM 0426, Kejaksaan, Bupati, Kapolres, Lanud, OPD terkait, dan camat.
Raker ini membahas strategi pemanfaatan lahan tidur untuk program perluasan kebun tebu rakyat yang difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Perkebunan.
5 Poin Penting Agenda Rapat:
1. Tanah-tanah di Kecamatan Gedung Meneng dan Kecamatan Dente Teladas di luar lahan tebu PT. SIL dan ILP berpotensi ditanami tebu rakyat.
2. Ditjen Perkebunan memiliki program perluasan tebu rakyat dan siap memberikan bantuan kepada petani tebu yang ingin berpartisipasi dalam program tersebut.
3. Camat Gedung Meneng telah menginventarisir potensi lahan yang dapat diikutsertakan dalam perluasan lahan tebu rakyat dimaksud.
4. Rapat membahas apakah pihak Lanud mengizinkan atau tidak mengizinkan untuk penggunaan lahan tidur yang potensial tersebut untuk digunakan dalam program perluasan tebu rakyat.
5. Rapat ini untuk membangun kesepahaman / kesepakatan agar tanah/lahan tidur di sekitar lahan tebu PT. SGC dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam program perluasan tebu yang dibiayai oleh Ditjen Perkebunan.
Bupati Qudratul Ikhwan dalam arahannya menegaskan bahwa program kebun masyarakat ini merupakan peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan ekonomi daerah.
"Program ini harus kita kawal bersama. Lahan tidur yang tidak produktif harus kita manfaatkan untuk kepentingan rakyat. Kuncinya adalah kesepakatan dan legalitas yang jelas agar petani bisa bertani dengan tenang dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat," ujar Bupati.
Ia juga meminta seluruh stakeholder, mulai dari TNI, Polri, Kejaksaan, hingga pemerintah kecamatan untuk solid mendukung agar program ini tepat sasaran dan tidak menimbulkan konflik lahan di kemudian hari.
Dengan adanya perluasan kebun tebu rakyat ini, diharapkan dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendukung Tulang Bawang sebagai Kabupaten Udang Manis yang mandiri secara ekonomi.(RK)
