TERBONGKAR! KETUA MUI LAMPURA QOMARUDIN DIDUGA INTERVENSI ORANG TUA KORBAN UNTUK DAMAIKAN PECABULAN SANTRIWATI





LAMPUNG UTARA - Topeng Ketua MUI Lampung Utara, Qomarudin, terbongkar, Di saat 5 santriwati diduga jadi korban pencabulan di Ponpes Walisongo & Aryadi Nusantara yang yayasannya ia pimpin, Qomarudin bukannya membela korban, malah diduga sibuk melakukan manuver damai dan Loby Polres Lampung Utara untuk mengeluarkan predator anak dari tahanan.

Hal itu dibongkar langsung oleh orang tua korban, Ngadino, saat mengadu ke Ketua Laskar Lampung Indonesia, Adi Candra.

"Qomarudin datang ke rumah kami bersama istrinya. Merayu agar kasus ini didamaikan. Dia sesumbar akan segera mengeluarkan pelaku dari Polres. Kami belum jawab, kami cari keadilan, bukan perdamaian," tegas Ngadino.

Ketua Laskar Lampung, Adi Candra, murka besar.

"Ini Ketua MUI atau makelar kasus? Seharusnya MUI melindungi umat, ini malah diduga melindungi predator anak! Datang ke rumah korban bukan untuk beri dukungan, tapi tekan korban untuk damai. Ini biadab! Ini merintangi penyidikan, bisa dijerat Pasal 221 KUHP!" semprot Adi.

Adi membeberkan borok Ponpes Walisongo yang dipimpin Qomarudin sudah langganan kasus asusila, banyak yang ditutupi.

"Ini bukan pertama kali. Walisongo sudah acap kali bermasalah. Yang muncul ke permukaan hanya puncak gunung es. Banyak korban lain yang dibungkam. Dan parahnya, Ponpes Aryadi Nusantara diduga tidak punya izin operasional. Kemenag kemana? Tidur?"

Laskar Lampung mendesak 3 hal:

1. PECAT QOMARUDIN DARI KETUA MUI LAMPURA SEKARANG JUGA!*
MUI Provinsi dan Pusat harus copot Qomarudin karena telah menghancurkan marwah MUI sebagai pelindung predator anak.

2. POLRES LAMPURA JANGAN ADA KATA DAMAI TAHAN PREDATOR & PERIKSA QOMARUDIN!*
Polres jangan mau Menerima upaya damai Periksa Qomarudin atas dugaan merintangi penyidikan dan percobaan membujuk korban di bawah umur untuk damai.

3. KEMENAG TUTUP DAN CABUT IZIN PONPES WALISONGO & ARYADI NUSANTARA!*
Jika terbukti tidak berizin dan jadi sarang pencabulan, tutup permanen.

"Senin kami geruduk Kemenag. Kami bawa orang tua korban. Jika Qomarudin tidak dicopot dan ponpes predator itu tidak ditutup, kami akan duduki Kantor MUI dan Kemenag sampai tuntas. Kami perang melawan predator anak dan bekingnya, tanpa kompromi!" (Arif)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama